Manfaat Kulit Salak Menurunkan Diabetes| Serbuk Teh Salak

Akhir-akhir ini ada penelitian yang dilakukan para mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang dari hasil riset nya tersebut mengungkapkan bahwa limbah kulit salak yang sudah diolah menjadi serbuk teh mampu menjadi obat penurun panas dan diabetes.

"Ide dasar pembuatan teh dari kulit salak ini bermula dari keinginan kami untuk memanfaatkan limbah kulit salak karena mengandung unsur aktif 'Cinamic acid derivative'," kata salah seorang mahasiswa yang tergabung dalam penelitian teh kulit salak tersebut Mhas Agoes Triambada di Malang, Rabu.

Selain Mhas Agoes Triambada, ada empat mahasiswa lain yang mendukung penelitian tersebut, yakni Audisty Oktavian, Saraswati, Wildan Noor, dan Rahayu.

Lebih lanjut Mhas Agoes mengatakan, Cinamic acid derivative merupakan senyawa yang mampu mendorong regenerasi sel epitel. Zat tersebut juga berperan penting dalam proses perbaikan pankreas pada penderita diabetes tipe I.

Unsur aktif lain yang terkandung dalam kulit salak yang sudah diolah menjadi teh itu, kata Mhas Agoes, adalah Pterostilbene, yakni zat anti diabetes yang berperan langsung dalam menurunkan kadar gula darah.

Teh berbahan baku limbah kulit salak karya lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang yang diberi nama "Litlak Tea" itu dijual seharga Rp 3.000. Teh kulit salak tersebut diolah menjadi sejumlah varian rasa, yakni original, cokelat, dan vanila dengan ukuran gelas sedang.

Rasa original dikhususkan untuk penderita diabetes, sedangkan rasa cokelat dan vanila untuk kalangan non-diabetes.

"Kami berharap teh hasil penelitian kami ini bisa diterima oleh semua kalangan sebagai minuman sehat dan nikmat, terutama bagi penderita diabetes," ujarnya.

Kelima mahasiswa tersebut juga berharap ada investor yang mau bergabung untuk memajukan dan mengembangkan peluang usaha tersebut dan akhirnya bisa diterima pasar secara luas.
Referensi: Arena sahabat tasikmalaya.
Baca juga harga suku cadang kawasaki.

Desain Tempat Pom Mini Menarik Pembeli

Usaha berjualan bensin eceran dengan inovasi menggunakan mesin pertamini harus ditopang dengan Desain Tempat Pom Mini yang dapat Menarik Pembeli. Dengan begitu secara otomatis akan menambah omzet penjualan meningkat.
Berikut contoh model konstruksi bangunan :





Itulah potensi yang dapat diupayakan untuk menambah penghasilan. Untuk mendapatkan mesin pom mini silahkan kunjungi tautan di bawah.

Cara Pengelolaan Bank Sampah

Sampah selalu menjadi masalah dimana saja. Sampah yang tidak tertangani dengan baik akan mendatangkan banyak masalah baik masalah yang terkait dengan lingkungan maupun kesehatan. Pengelolaan sampah tidak melulu harus dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang. Pengelolaan sampah dapat dan wajib dilakukan oleh kita semua. Mengelola sampah secara mandiri akan mendatangkan banyak manfaat bagi diri kita sendiri maupun lingkungan sekitar kita. Namun, masih banyak diantara kita yang kurang peduli dan kurang mengerti bagaimana cara mengolah sampah yang baik dan efektif. Untuk pengolahan sampah organik, kita dapat mengaplikasikan teknik biopori sebagai alternatif yang tepat guna dan efektif. Sedangkan untuk mengelola sampah anorganik, Anda dapat menggunakan cara baru yang efektif yakni dengan teknik bank sampah.
Apa Itu Bank Sampah?

Bank sampah adalah sebuah istilah yang diperuntukan bagi suatu paguyuban atau perkumpulan warga sadar sampah yang memiliki tujuan untuk mengurangi volume sampah, memanfaatkan sampah, dan mengelolanya untuk dijadikan sumber penghasilan tambahan. Cara kerja bank sampah adalah dengan mengumpulkan sampah anorganik sebanyak-banyaknya dari lingkungan Anda sendiri. Kemudian sampah tersebut dikumpulkan ke petugas atau pengepul yang ditunjuk di lingkungan tempat tinggal Anda. Sampah tersebut nantinya akan dipilah sesuai jenisnya lalu kemudian ditimbang. Selanjutnya, sampah yang telah dipilah menurut jenisnya dan yang telah ditimbang tersebut akan ditukar dengan sejumlah uang. Nantinya Anda dapat mengambil uangnya langsung atau dapat juga ditabungkan langsung ke petugas tertunjuk di lingkungan tempat Anda tinggal. Namun, ada beberapa jenis bank sampah yang membuatkan buku tabungan untuk masing-masing anggotanya, sehingga administrasi keuangannya pun lebih transparan dan terorganisir. Bank sampah yang baik memiliki kriteria seperti memiliki badan hukum, memiliki sistem administrasi, memiliki pengepul tetap, memiliki buku tabungan, dan memiliki pihak penanggung jawab dan petugas lainnya.
Bagaimana Cara Pengelolaan Bank Sampah?

Bank sampah sesungguhnya mudah untuk dikelola. Untuk membentuk suatu bank untuk menabung sampah-sampah di lingkungan Anda, Anda dan warga sekitar dapat menunjuk beberapa orang sebagai petugas pengelola. Dibutuhkan minimal satu orang untuk menjadi petugas pencatat administrasi keuangan, satu orang untuk menjadi petugas pengelola tabungan, dan satu orang sebagai petugas pengelola sampah (perantara pengepul). Selanjutnya, masing-masing petugas memiliki peran tersendiri. Perantara pengepul bertugas melakukan negosiasi dengan pengepul dan mengawasi proses pengepulan sampah. Pengelola administrasi keuangan akan bekerja sama dengan perantara pengepul untuk mencatat hasil sampah masing-masing warga. Sedangkan pengelola tabungan bertugas untuk menyetorkan tabungan masing-masing warga ke bank dan nantinya dia jugalah yang bertugas untuk mengambil uangnya di bank jika ada warga yang hendak mengambil tabungannya.

Dalam pengaplikasiannya, bank sampah akan lebih mudah dikelola jika proses pengepulan sampah terjadwal dengan baik. Misalnya, warga dapat atau diwajibkan menyetorkan sampah anorganik yang telah dikumpulkannya dari sisa-sisa atau sampah rumah tangga setiap satu minggu sekali. Dengan begitu, sampah yang terkumpul akan lebih banyak dan uang yang didapat pun lebih banyak. Jika bank sampah yang ada di lingkungan Anda sudah memiliki administrasi yang baik dan sudah mampu bekerja dengan baik, kualitasnya dapat ditambahkan dengan adanya kepemilikan badan hukum dan buku tabungan sendiri. Dengan demikian, bank pengelola sampah di lingkungan Anda akan lebih berprospek secara ekonomi.

Keberadaan bank sampah dinilai akan lebih meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah di lingkungannya masing-masing. Sampah terutama sampah anorganik sejatinya dapat dijadikan sumber rupiah. Dengan adanya fasilitas pengelolaan sampah mandiri, diharapkan masyarakat akan lebih giat untuk mengelola sampahnya masing-masing dan mau menjaga kebersihan lingkungannya dengan baik.
Referensi bacaan : Arena sahabat kota Tasikmalaya

Membangun Desa Maju Menjadi Unggulan

Menjadi sebuah desa unggulan atau kelurahan maju di wilayah penduduk merupakan dambaan masyarakat penghuni daerah tersebut. Apalagi bila kita mengacu pada pembangunan di luar negeri yang masyarakatnya maju dalam segala bidang, ini merupakan impian kita semuanya penduduk Indonesia.

Lalu bagaimana cara membangun desa tertinggal? hal ini menjadi pertanyaan kasik yang semestinya dijawab dengan teori rumus strategi. Pada ilmu manajemen administrasi perkotaan ada beberapa alat manajemen strategi yang ada, kita mengenalnya dengan istilah analisis SWOT (strenght, weakness, opportunity, and Threat).

Analisis SWOT merupakan teori paling mudah digunakan terutama untuk sektor publik/non profit. Akan tetapi ada rumusan umum yang dapat dipakai. Langkah pertama adalah meningkatkan skill para generasi muda. Banyak diantara pemuda desa kami yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi karena biayanya yang tinggi. Oleh sebab itu sebaiknya akses ke sekolah menengah kejuruan dipermudah. Hal itu agar setelah mereka mendapatkan keterampilan yang memadai, pekerjaan akan mudah mereka dapatkan, bahkan mereka ciptakan sendiri. Cara ini sukses bagi sebagian orang. Hanya saja tidak banyak yang benar-benar bekerja sesuai dengan latar pendidikannya tersebut di desa.

Pendidikan vokasi tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu perlu infrastruktur yang memadai seperti pembangunan jalan yang layak dan pembangunan jaringan teknologi informasi. Kemajuan suatu daerah berbanding lurus dengan kecepatan mobilitas barang/jasa dan mobilitas data/informasi. Rendahnya infrastruktur ini tak jarang membuat investor asing frustasi dan akhirnya menarik investasinya ke negeri tetangga yang infrastrukturnya lebih baik. Hal itu karena infrastruktur yang rendah akan mempertinggi biaya produksi. Pemborosan produksi misalnya saja dapat terjadi karena truk yang mengangkut bahan baku terjebak kemacetan di jalan. Biaya untuk membayar jalan tol sangat jauh lebih sedikit daripada biaya yang ditanggung akibat penundaan produksi. Di desa kami, tidak ada saluran irigasi. Ketika musim kemarau seperti ini, petani tidak dapat menggarap sawah dan/atau ladangnya. Pembangunan irigasi ini sangat diperlukan.

Dalam hal pemasaran sangat diperlukan pengelolaan informasi yang lebih efektif serta efesien, untuk itu perlu dibangun sebuah sistem informasi pedesaan. Sistem informasi ini semestinya terhubung dengan dinas-dinas yang ada di pusat daerah. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi terkait kondisi real yang terjadi di sebuah desa sehingga Pemda dapat mengambil keputusan yang tepat dan tepat. Sebagai contoh adalah saat informasi kerusakan jalan. Kelurahan/desa dapat langsung menginformasikan kerusakan tersebut langsung ke dinas pekerjaan umum. Contoh lain adalah saat kejadian luar biasa seperti merebaknya kasus DBD dengan cepat di suatu desa. Perangkat desa dapat memberikan informasi kepada puskesmas dan dinas kesehatan untuk menanganinya dengan cepat. Informasi yang disampaikan tersebut bersifat komprehensif alias tidak sepotong-sepotong untuk pengambilan keputusan yang tepat. Lebih lanjut, Febrian Wahyu Hersanto dalam proposalnya yang berjudul “Grand Design Bright Care” mengatakan bahwa untuk membangun sebuah desa ada empat langkah yang bisa dilakukan yakni “one village one product, one village one foster, one village one clinic, one village one system information”. Satu desa berbasis produk, satu desa lain berbasis kesehatan, dan satu desa lainnya berbasis informasi.

Pendidikan vokasi adalah langkah awal yang cukup mudah. Namun yang perlu diingat adalah tidak semua penduduk desa ingin mengambil sekolah kejuruan. Beberapa diantaranya ingin menempuh pendidikan tinggi, akan tetapi, orangtua mereka tidak mampu.Oleh karena itu perlu gerakan orang tua asuh seperti jaman orde baru. Selain itu perlu diversifikasi agar banyak orang dapat terlibat di dalamnya yakni membuat yayasan/foundation. Program “one village, one foster” adalah salah satu implementasi program tersebut.

Melalui teori “One village, one product” merupakan cara pembangunan desa yang telah dilakukan di Thailand oleh Thaksin Sinawatra beberapa waktu silam. Dengan cara ini membuat pola sebuah desa untuk mengembangkan sebuah produk yang unggul secara kualitas dan terpenuhi kuantitasnya berdasarkan kebutuhan pasar yang ada, dan tidak ada persaingan harga pasaran terbaru dalam bursa penjualan barang. Strategi ini adalah menunjang pertumbuhan industri pariwisata di sana. Sebagaimana kita tahu, Industri pariwisata di Thailand maju pesat meski jumlah obyek wisatanya tidak sebanyak Indonesia. Model “one village one produk” mempermudah setiap rumah tangga industri untuk bekerjasama dengan rumah tangga industri lain jika mereka kekurangan bahan baku, peralatan, bahkan pekerja .Ini adalah salah satu cara mempertahankan competitive advantage kolektif untuk meraih ‘kemenangan bersama’.

Dalam bidang pengelolaan kesehatan, perlu dibangun unsur pembangunan manusia yang direpresentasikan dalam Human Development Indeks (HDI). Telah disebutkan dalam Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 1 ayat 1 menyebutkan bahwa kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.Oleh karena itu pembangunan kesehatan juga harus lebih diarahkan ke desa dengan bentuk program kuratif maupun preventif. Pembangunan kesehatan yang preventif adalah seperti penyuluhan kesehatan secara kontinu dan berkesinambungan. Tanpa keduanya penyuluhan tidak akan efektif. Pembangunan kesehatan yang kuratif dengan pengadaan satu klinik untuk satu desa (one village, one clinic). Sekarang setiap desa banyak yang sudah memiliki polindes atau puskesmas pembantu. Akan tetapi akses ke dokter umum pun masih harus ke kecamatan. Bahkan akses ke dokter spesialis pun masih harus ke kota kabupaten. Kedepannya perlu kebijakan untuk memperluas sebaran para dokter tersebut agar lebih merata.

Dengan pembangunan desa, berarti masalah makro ekonomi dalam jangka menengah maupun panjang dapat diselesaikan. Selain dari itu, tujuan otonomi daerah akan tercapai. Pada akhirnya pertumbuhan ekonomi yang optimal dan berkesinambungan akan tercapai untuk sebesar-besarnya kesejahteraan Indonesia.
Mudah-mudahan wilayah desa / kelurahan kita semakin unggul dan maju dengan memanfaatkan beberapa teori yang ada di atas. 

10 Kopi yang Berharga Tinggi

Meminum kopi mempunyai sensasi tersendiri untuk pecintanya. Konsumen kopi sangat merata dari mulai yang ekonomis sampai yang berkelas. Di bawah ini diantara kopi yang berharga tinggi di dunia seperti dituturkan dalam arena sahabat kepada saya:
1. Kopi Luwak – Indonesia
Kopi Luwak adalah kopi yang diproduksi dari biji kopi yang telah dimakan dan melewati saluran pencernaan binatang bernama luwak. Kemasyhuran kopi ini telah terkenal sampai luar negeri. Bahkan di Amerika Serikat, terdapat kafe atau kedai yang menjual kopi luwak (civet coffee) dengan harga yang cukup mahal.
Kopi yang dikais dari kotoran luwak ini bisa mencapai harga : $160 per pon/Rp. 1.500.000 per 500 gram . Kemasyhuran kopi ini diyakini karena mitos pada masa lalu, ketika perkebunan kopi dibuka besar-besaran pada masa pemerintahan Hindia Belanda sampai dekade 1950-an, di mana saat itu masih banyak terdapat binatang luwak sejenis musang.
Di Tanah Air, kopi luwak asli dari Lampung Barat cukup terkenal.  Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya.
Luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami dalam perut luwak. Dan konon, rasa kopi luwak ini memang benar-benar berbeda dan spesial di kalangan para penggemar dan penikmat kopi.
2. Hacienda La Esmeralda – Boquete, Panama
Hacienda La Esmeralda’s Geisha tumbuh di Boquete, Panama adalah populer di seluruh dunia karena rasa. Hal ini sebagian besar dibudidayakan di bawah naungan pohon-pohon jambu biji tua. Anda dapat menikmati kopi dengan harga : $104 per pound/Rp 1.000.000 per stgh Kg .
3. Island Dari St Helena Coffee Company – St Helena
Pulau St Helena, 1.200 mil di lepas pantai Afrika adalah berkembang biak bagi St Helena Coffee. Itu berutang popularitasnya yang sekarang pada Napoleon Bonaparte yang memuji kopi menaburkan benihnya di Pulau St Helena. Anda dapat menikmati kopi dengan harga : $79 per pound/Rp. 750.000 per stgh Kg .
4. El Injerto – Huehuetenango, Guatemala
Semacam ini kopi oleh El Injerto berutang asal-usulnya di wilayah Huehuetenango, Guatemala. Telah dikantongi hadiah pertama tahun 2006 Piala of Excellence. Anda dapat menikmati kopi dengan harga : $50 per pon/Rp 470.000 per stgh Kg
5. Fazenda Santa Ines – Minas Gerais, Brazil
Dinilai sebagai yang tertinggi di Piala of Excellence sejarah, kopi ini adalah kemarahan dengan Caffe Artigiano, sebuah kafe terkenal di Kanada dan dua roasters Australia. Cangkir kopi eksklusif ini tersedia di toko-toko khusus lain di seluruh dunia. Anda dapat menikmati kopi ini dengan harga : $50 per pon/Rp 470.000 per stgh Kg .
6. Blue Mountain – Wallenford Estate, Jamaika
Blue Mountain Jamaika dikenal dengan kualitas variabel. Hal ini sangat populer di kalangan pencinta kopi ringan karena rasa dan aroma yang kuat. Jepang mengimpor sekitar 85% dari kopi ini. Anda dapat menikmati kopi ini dengan harga : $ 49 per pon/Rp 460.000 per stgh Kg.
7. Los Planes – Citala, El Salvador
Los Planes terbaik tumbuh tanaman komersial di El Salvador peringkat kedua di Piala of Excellence 2006. Hal ini menjadi 93,52 dari 100 dari juri internasional dalam kompetisi. Anda dapat menikmati kopi ini dengan harga : $40 per pon/Rp 370.000 per stgh Kg .
8. Kopi Kona Hawaii
Brasil memperkenalkan Inggris pohon kopi ke tanah vulkanis kaya Kona pada akhir 1820-an. Iklim di tempat itu cocok untuk budidaya kopi ini. Dikenal dengan rasa nyaman dan rasa, Anda dapat menikmati kopi ini dengan harga : $34 per pon/Rp 320.000 per stgh Kg .
9. Starbucks Rwanda Blue Bourbon – Gatare / Karengera, Rwanda
Starbucks menemukan biji kopi ini di Gatare dan Karengera dari kunjungan mereka ke stasiun cuci kopi di Rwanda pada tahun 2004. Sekarang, Rwanda Blue Bourboncoffee petani menanam kacang-kacangan sebagai tanaman utama. Anda dapat menikmati kopi ini dengan harga : $24 per pon/Rp 230.000 per stgh Kg .
10. Selecto AA Yauco Coffee – Puerto Riko
Berasal dari wilayah Yauco, Puerto Riko kopi dikenal untuk keunggulan di seluruh dunia. Diproduksi di Pegunungan Southwestern Puerto Riko, kopi ini dihargai karena rasa ringan. Anda dapat menikmati kopi ini dengan harga : $24 per pon/Rp 230.000 per stgh Kg.
Info mengenai penjual kopi berkualitas dapat ditanyakan melalui kontak An. Ahsan Hp. 085222217423 roasting dan barista penyeduh kafe profesional cafe kopi.

Buah Salak PONTAS di Kelurahan Ciakar Cibeureum Kota Tasikmalaya

Diantara kemajuan pembangunan kelurahan Ciakar dalam bidang pertanian adalah budidaya pertanian Salak Pontas. Brand yang muncul menjadi kelurahan sebagai Sentra Salak di Kota Tasikmalaya. Lalu perkembangannya bagi pembangunan wilayah bahwa Potensi Pertanian salak PONTAS (Pondoh Tasikmalaya) di Ciakar Cibeureum Kota Tasikmalaya senantiasa mengalami peningkatan.

Ciakar, adalah salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. disana terdapat potensi pertanian Salak PONTAS. Salak PONTAS (Pondoh Tasikmalaya) adalah jenis salak hasil persilangan dari salak pondoh sleman dan salak tasikmalaya. Dimana keunggulan dari salah pondoh sleman terdapat dari rasanya yang manis sedangkan salak tasik dari bentuknya yang besar sehingga salak PONTAS memiliki keunggulan rasa yang manis dengan bentuk yang besar.
Salak PONTAS ini mulai dibudidayakan oleh Kelompok Tani Mekar Jaya yang beralamat di Kp. Margamulya dan Sukasirna Kelurahan Ciakar Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya sejak tahun 2013. Luas pertanian salak PONTAS saat ini mencapai 43 hektar dan direncanakan akan terus diperluas mengingat potensi besar dari salak PONTAS ini. Dalam 1 hektar terdapat sekitar 2500 pohon, dalam jangka waktu 2 tahun sudah dapat berproduksi dengan rata-rata produksi perpohonnya dalam satu tahun mencapai 10 kg.

Menurut Ketua Gapoktan Kelurahan Ciakar, H. SOLEH SOMANTRI yang juga merupakan pelopor budidaya Salak PONTAS, direncanakan pada tahun 2015 sebagai Agrowisata akan dibangun benteng untuk luas area salak PONTAS seluas 5 hektar yang didalamnya terdapat rumah makan serta parkir kendaraan motor maupun mobil dimana para pengunjung dapat memetik sendiri untuk dikonsumsi para pengunjung, layaknya wisata agrowisata apel di Malang. Selama ini pemasaran salak PONTAS meliputi daerah Garut, Bandung, Majalengka, Sumedang, Bandung dan Jakarta, umumnya mereka datang ke lokasi. Serta beberapa rombongan dari Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya bahkan Malaysia pernah datang ke lokasi Budidaya Pertanian Salak PONTAS ini.

Pembangunan Inspastuktur Kelurahan Ciakar Tahun 2014

Info Kelurahan Ciakar Juni 2014 - Berbagai kegiatan masyarak saat ini sedang diselenggarakan khususnya yang terkait dengan pembangunan infrastruktur berupa jalan utama, jalan kecil, gang, gorong-gorong dan drainase. Masyarakat mengaku gembira atas hal ini kepada berbagai pihak khususnya Pemerintah Daerah yang telah memperhatikan kebutuhan umum ini. 

Sebelumnya keadaan jalan dan pengairan di kelurahan paling timur Kota Tasikmalaya ini cukup memprihatinakan. Berbagai ajuan permintaan pembangunan sebelumnya belum direalisasikan, dan baru di tahun 2014 khususnya pasca pemilihan umum kepala daerah di bulan April lalu akhirnya pemerintah merespon juga keinginan warga Ciakar Kecamatan Cibeureum ini. 

Secara serentak dilakukan perbaikan gorong-gorong di Kelurahan Ciakar yang pada asalnya kondisinya rusak, setelah itu kini ada peningkatan/perbaikan saluran air di jalur jalan Ciakar tidak terhambat lagi. Dalam perbaikan gorong-gorong tersebut antusias masyarakat bahu membahu dan bekerja sama dengan pihak jasa kontuksi demi terciptanya pembangunan daerah tersebut.

Menurut Ade salah satu warga Ciakar yang ikut serta dalam pekerjaannya merasakan kegembiraannya dikarenakan diwilayahnya minimal pembanguna tahap demi atap ada peningkatan. “Dirinya selaku warga Ciakar Pemerintah jangan sampai sebatas gorong-gorong yang diperbaiki tetapi peningkatan di bidang lainnya juga berharap terakomodir ditahun ini, karena masyarakat berharap kesejahteraan dapat ditingkatkan,” tutrnya.

Sementara dikatakan H. Soleh sebagai Ketua LPM Kelurahan Ciakar dirinya berharap perbaikan pengaspalan/Hot mix diwilayah segera terlealisasi, karena diperhatikan di kelurahan lain di Kecamatan Cibeureum ini jalannya sudah pada di hot mix, sedangkan Ciakar masih tetap yang dulu.

“Dirinya berharap pembangunan atau perbaikan di wilayahnya harus sesuai dengan kualitas yang baik, walaupun pengerjaannya sedikit tetapi kulitas baik bisa bertahan lama, dari pada pengerjaan banyak tetapi kualitasnya jelak atau cepat rusak itu tidak diharapkan,” terangnya sambil menunjukan lahan yang harus diperbaiki.

Sedangkan menurut Elan lurah Ciakar wilayahnya banyak potensi yang harus digali maupun yang sedang dikembangkan, dari mulai salak pondok, pengrajin samak, konveksi itu semua potensi-potensi yang terus di kembangkan lebih maju lagi.

“dirinya berharap dalam mengajukan program-program yang sedang dikerjakan di kelurahan Ciakar yang sekaligus memimpin keluarahan tersebut bisa terakomodir atau terlealisasi dari tahun ketahun kelurahan Ciakar terus maju dengan potensi yang ada, program pemerintah yang diberikan dan masyarakat Ciakar dapat menjalankan dengan baik ” pungkasnya.
Info suku cadang motor.

Petani Ciakar Mulai Menanam Salak Pondoh Tasik Sejak tahun 2003.

Berita Ciakar. Ketua Gapoktan Mekar Jaya II Soleh Somantri mengatakan para petani di Kelurahan Ciakar mulai menanam salak Pontas mulai tahun 2003.
Pada tahun 2003 itu, kata dia, tanaman salak baru mencapai 1 hektare. Pada tahun 2004 bertambah menjadi 2 hektare dan tahun 2005 ditambah 1 hektare.
“Sampai kini, sudah mencapai 75  hektare, 43 hektare di antaranya sudah ditanami salak Pontas dan baru 28 hektare yang sudah bisa menghasilkan,” katanya, Kamis (17/1).
Dia mengatakan pemasaran salah hasil produksi petani tidak mengalami kesulitan baik dalam kota maupun luar kota luar kota yang memesan dalam jumlah banyak.
Dia menyebutkan pembeli dari Dari Bengkulu yang dalam seminggu memesan 7 kuintal. “Dari daerah lain di Indonesia juga ada.”
Bahkan turis Malaysia pernah berkunjung ke kebun Salak Pontas dan membawa salak ke negeri jiran itu untuk mencoba apakah Salak Pontas bisa tahan lama atau tidak.
Dia menilai kelebihan salak Pontas bisa bertahan hingga 10 hari dan rasanya bisa lebih enak dibandingkan dengan baru dipetik.
“Sementara ini justru produksi masih sangat terbatas untuk memenuhi permintaan pasar. Bahkan memenuhi permintaan hajatan warga pun sering tidak kebagian,” katanya.
Menurut Soleh, bibit Salak Pontas berasal Sleman – Yogyakarta. Tetapi ia mengklaim kualitas bisa mengalahkan Salak Pondoh dari Sleman itu berkat rekayasa para petani di Tasikmalaya.
“Salah satu kelebihan Salak Pontas, yang makan salak tidak akan sakit perut meskipun belum makan nasi,” katanya.
Jumlah petani yang menanam Salak Pontas sebanyk 171 petani dari 2 kelompok tani.  Salak Pontas mulai tanam hingga menghasilkan buah memakan waktu 900 hari.
Dalam setahun dari 1 pohon salak bisa menghasilkan 10 kilogram.  Satu hektare bisa ditanami 2.500 pohon dengan perhitungan dalam setahun satu hektare lahan menghasilkan 25 ton buah.
Harga jual per kg pun cukup bagus, Rp2.500-Rp4.000 di tingkat petani. “Dengan dijadikannya agrowisata, para pengunjung bisa memetik langsung salak di sini sambil menikmati suasana alam. Kendalanya saat ini jalan  usaha tani jelek,” katanya.

Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Dalam Bahasa Inggris Masyarakat disebut dengan Society, asal katanya Socius yang berarti “kawan”. Kata “Masyarakat” pada asalnya berasal dari bahasa Arab, yaitu Syiek, artinya “bergaul”. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk-bentuk akhiran hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai pribadi melainkan oleh unsur-unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan.
Menurut R.Linton:Seorang ahli antropologi mengemukakan, bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama, sehingga meraka ini dapat mengorganisasikan dirinya berfikir tentang dirinya dalam satu kesatuan sosial dengan batas-batas tertentu.
Dari sekian banyaknya definisi masyarakat yang dikemukakan para ahli, semuanya menyimpulkan dengan sepakat bahwa masyarakat adalah:
  1.   Manusia yang hidup bersama.
  2.   Bercampur untuk waktu yang lama.
  3.   Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan.
  4.   Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama.
Masyarakat Pedesaan (masyarakat tradisional)
Dalam UU Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan pengertian desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah, yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Adapun yang menjadi ciri-ciri masyarakat pedesaan diantaranya :
  • Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila di bandingkan dengan masyarakat pedesaan lainya di luar batas-batas wilayahnya.
  • Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan.
  • Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian.
  • Masyarakat tersebut homogen seperti dalam hal mata pencarian , agama, adat istiadat, dsb.
Masyarakat Perkotaan
Kota menurut definisi universal adalah sebuah area urban yang berbeda dari desa ataupun kampung berdasarkan ukuranya,kepadatan penduduk,kepentingan atau status hukum.
Beberapa definisi (secara etimologis) “kota”dalam bahasa lain yang agak tepat dengan pengertian ini, seperti dalam bahasa Cina, kota artinya dinding dan dalam bahasa Belanda kuno, tuiin, bisa berarti pagar. Jadi dengan demikian kota adalah batas.Selanjutnya masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community, Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupanya serta ciri-ciri kehidupanya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Ada beberapa ciri yamg menonjol pada masyarakat kota.yaitu:
a. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
b. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung padaorang lain.
c. Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
d. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.
e. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan,menyebabkan bahwa interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
f. Perubahan-perubahan social tampak dengan nyata di kota-kota,sebab masyarakat kota biasanya lebih terbuka dalam menerima hal-hal baru.
g. Jalan kehidupan cepat, faktor waktu sangat penting.

Perbedaan Masyarakat Desa dan Masyarakat Kota
Ada beberapa ciri yang dapat digunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota.Antara lain sebagai berikut:
  • Kota memiliki penduduk yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan desa.
  • Lingkungan hidup di pedesaan sangat jauh berbeda dengan diperkotaan.Lingkungan pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas,udaranya bersih,sinar matahari cukup dan lain sebagainya.Sedangkan dilingkungan perkotaan yang sebagian besar dilapisi beton dan aspal,bangunan-bangunan menjulang tinggi dan pemukiman yang padat.
  • Kegiatan utama penduduk desa berada di sector ekonomi primer yaitu bidang agraris(pertanian).
  • Corak kehidupan social di desa dapat dikatakan masih homogin(satu jenis),sebaliknya di kota sangat heterogin(beraneka ragam) karena disana saling bertemu berbagai suku bangsa,agama,kelompok dan masing-masing memiliki kepentingan yang berlainan.
  • Sistem pelapisan social di kota jauh lebih kompleks daripada di desa.
  • Mobilitas (kemampuan bergerak) social di kota jauh lebih besar daripada di desa.
  • Bila terjadi pertentangan,di usahakan untuk dirukunkan,karena memang prinsip kerukunan inilah yang menjiiwai hubungan sosial pada masyarakat pedesaan.
  • Jumlah angkatan kerja yang tidak mempunyai pekerjaan tetap di pedesaan jauh lebih besar daripada di perkotaan.

KOSPINWANCIK Koperasi Simpan Pinjam Warga Ciakar

Pada Tanggal 27 April 2011, bertempat di Halaman Kantor Kelurahan Ciakar Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya, Walikota Tasikmalaya membuka secara resmi Koperasi Simpan Pinjam Warga Ciakar, yang di hadiri oleh Muspika Kecamatan, tokoh masyarakat dan warga sekitar.
Adapun Visi dan Miasi Koperasi Simpan Pinjam Warga Ciakar adalah sebagai berikut :
Visi : "Turut Meningkatkan Perekonomian dan Kesejahteraan masyarakat Kelurahan Ciakar Kecamatan   Cibeureum.
Misi : 
1. Menyediakan dan meningkatkan modal usaha ekonomi masyarakat
2. Membantu masyarakat miskin Kelurahan Ciakar untuk berusaha
3. Mempasilitasi dalam peningkatan usaha khusus usaha kecil dan menengah
4. Menjadikan lembaga "KOSPINWANCIK" sebagai bank masyarakat

Keunggulan KOSPINWANCIK ini adalah pada ketetapan pengembalian pinjaman dengan bunga yang ringan yang besarannya ditentukan melalui musyawarah masyarakat kelurahan itu sendiri, selain itu syarat untuk melakukan peminjaman dana KOSPINWANCIK tidaklah sulit. Untuk pinjaman dibawah 1 juta cukup dengan jaminan kartu keluarga dan tidak perlu jaminan lainnya, namun dengan catatan warga tersebut berdomisili dan bertempat tinggal di Ciakar serta memiliki Kartu Keluarga yang diterbitkan Kecamatan Cibeureum.
Dalam pelaksanaan kedepannya badan usaha masyarakat ini akan dikembangkan menjadi badan usaha milik Kelurahan yang kedepannya memiliki usaha yang lebih besar dan membantu masyarakat Kelurahan, terang ketua KOSPINWANCIK (H.Saleh) saat menyampaikan laporannya.

"Modal utama susksesnya KOSPINWANCIK yaitu kejujuran, tegas Walikota Tasikmalaya dalam sambutannya, Beliau pun berjanji akan memberi hadiah di berangkatkan Umroh bagi Pegawai kopersi yang berprestasi dan terbaik ."

Dampak Perubahan Status Desa Menjadi Kelurahan

Masalah pelayanan publik yang menggejala dan terjadi di Indonesia adalah masalah krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sebagai birokrasi publik. Gejala ini mulai nampak sejak jatuhnya pemerintahan orde baru, yang kemudian diikuti dengan semakin rendahnya kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi publik. Krisis kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi publik ini ditandai dengan mengalirnya protes dan demonstrasi yang dilakukan oleh berbagai komponen masyarakat terhadap birokrasi publik, baik di tingkat pusat ataupun daerah. Pendudukan kantor-kantor pemerintah, rumah dinas bupati dan kepala desa, dan perusakan berbagai fasilitas publik menjadi fenomena yang sering ditemui di berbagai daerah. Ini menunjukkan betapa besarnya akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap birokrasi publik. Karenanya, ketika pintu protes itu terbuka, maka mengalirlah semua bentuk keluhan, kecaman, bahkan hujatan terhadap birokrasi publik.

Krisis kepercayaan terhadap birokrasi publik tersebut bisa dipahami mengingat birokrasi publik pada masa itu menjadi instrumen yang efektif bagi penguasa orde baru untuk mempertahankan kekuasaannya. Birokrasi publik, baik sipil maupun militer, dalam rezim orde baru telah menempatkan dirinya lebih sebagai alat penguasa daripada pelayan masyarakatnya. Kepentingan penguasa cenderung menjadi sentral dari kehidupan dan perilaku birokrasi publik. Hal ini juga tercermin dalam proses kebijakan publik yang lebih mementingkan kepentingan penguasa dan seringkali menggusur kepentingan masyarakat banyak manakala keduanya tidak berjalan bersama-sama. Kesempatan dan ruang yang dimiliki oleh masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses kebijakan publik juga amat terbatas. Akibatnya banyak kebijakan publik dan program-program pemerintah yang tidak responsif dan mengalami kegagalan karena tidak memperoleh dukungan dari masyarakat.

Pada masa sekarang ini, konsep transparansi dalam rangka reformasi birokrasi publik sedang digalakkan oleh pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini ditandai dengan keterbukaan dalam proses pemerintahan seluas-luasnya dengan membuka kran informasi kepada masyarakat serta memberikan kemudahan akses masyarakat kepada pemerintah. Akan tetapi penyelenggaraan pelayanan publik belum terlalu diperhatikan, misalnya akses terhadap pelayanan dan kualitas pelayanan publik sering berbeda tergantung pada kedekatannya dengan elite birokrasi dan politik. Hal seperti ini sering mengusik rasa keadilan dalam masyarakat yang merasa diperlakukan secara tidak wajar oleh birokrasi publik.

Sejalan dengan hal tersebut di atas, pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka mereformasi birokrasi, sedang berusaha menekan meluasnya praktik-praktik KKN (kolusi, korupsi, dan nepotisme) dalam kehidupan birokrasi publik. Selama ini KKN telah mencoreng image masyarakat terhadap birokrasi publik. KKN tidak hanya telah membuat pelayanan birokrasi menjadi amat sulit dinikmati secara wajar oleh masyarakatnya, tetapi juga membuat masyarakat harus membayar lebih mahal terhadap pelayanan yang diselenggarakan oleh swasta. Contohnya adalah masyarakat harus membayar mahal terhadap pelayanan publik, seperti urusan KTP, SIM, paspor, dan berbagai perijinan. Masyarakat juga harus membayar mahal ketika masyarakat mengkonsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh sektor swasta, seperti jalan tol, semen, transportasi, dan komoditas lainnya. Hal senada disampaikan juga oleh Dwiyanto (2002: 2), bahwa KKN diyakini oleh publik menjadi sumber dari bureaucratic costs dan distorsi dalam mekanisme pasar seperti praktik monopoli dan oligopoli yang amat merugikan kepentingan publik.

Rendahnya kemampuan birokrasi merespon krisis ekonomi memperparah krisis kepercayaan terhadap birokrasi publik. Dinamika ekonomi dan politik yang amat tinggi, sebagai akibat dari krisis tersebut, ternyata tidak dapat direspon dengan baik oleh birokrasi publik sehingga membuat kehidupan masyarakat menjadi semakin sulit dan tidak pasti. Inisiatif dan kreativitas birokrasi dalam merespons krisis dan dampaknya sama sekali tidak memadai (Dwiyanto, 2002: 3). Masyarakat yang mengharapkan birokrasi publik dapat memberi respon yang tepat dan cepat terhadap krisis yang terjadi menjadi amat kecewa karena ternyata tindakan birokrasi cenderung reaktif dan tidak efektif. Berbagai persoalan yang terjadi di pusat dan di daerah tidak dapat diselesaikan dengan baik, bahkan cenderung dibiarkan sehinggga masyarakat menjadi semakin tidak percaya terhadap kemampuan birokrasi dalam menyelesaikan krisis ini.

Kemampuan dari suatu sistem pelayanan publik dalam merespons dinamika yang terjadi dalam masyarakatnya secara tepat dan efisien akan sangat ditentukan oleh bagaimana misi dari birokrasi dipahami dan dijadikan sebagai basis dan kriteria dalam pengambilan kebijakan oleh birokrasi itu. Menurut Dwiyanto (2002: 4) bahwa birokrasi publik di Indonesia seringkali tidak memiliki misi yang jelas sehingga fungsi-fungsi dan aktivitas yang dilakukan oleh birokrasi itu cenderung semakin meluas, bahkan kemudian menjadi semakin jauh dari tujuan yang dimiliki ketika membentuk birokrasi itu.

Sejalan dengan maksud di atas, pemerintah Kota Tegal sebagai daerah yang ingin terus membangun dan meningkatkan manajemen pemerintahannya terutama yang ditujukan pada birokrasi publik, telah merumuskan Misi dan Tujuannya, yaitu: “Mewujudkan kemampuan dan kehandalan manajemen pemerintahan dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat yang lebih efektif dan efisien”. Tentu saja untuk mendukung terciptanya misi dan tujuan tersebut perlu adanya upaya dari pemerintah Kota Tegal terutama ditujukan kepada peningkatan kualitas pelayan publik seluas-luasnya kepada masyarakat.

Peningkatan kualitas pelayanan ini antara lain dilakukan dengan melakukan perubahan status desa menjadi kelurahan sesuai dengan tuntutan Pasal 126 ayat (2) UU No. 22 Th. 1999 jo. UU No. 32 Th. 2004. Berdasarkan ketentuan tersebut maka desa-desa yang ada di wilayah kotamadya dan kotamadya administratif berdasarkan UU No. 5 Th. 1974 ditetapkan sebagai kelurahan. Hal ini berarti bahwa di daerah kota tidak ada lagi desa, yang ada hanya kelurahan. Dengan demikian desa-desa yang berada di daerah kota harus diubah statusnya menjadi kelurahan.

Menurut Pasal 1 huruf a UU No. 5 Tahun 1979 desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung dibawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia; sedangkan menurut Pasal 1 huruf b kelurahan adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung di bawah Camat, yang tidak berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri.

Perubahan ini merupakan bentuk dari peningkatan status yang diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat perkotaan. Dengan ditetapkan status Desa menjadi Kelurahan kewenangan Desa sebagai suatu kesatuan masyarakat hukum yang berhak mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat-istiadat setempat berubah menjadi wilayah kerja Lurah sebagai Perangkat Daerah Kabupaten di bawah Kecamatan.

Dilihat dari latar belakang diubahnya bentuk pemerintahan desa menjadi kelurahan bukan disebabkan karena adanya kebutuhan, tetapi karena tuntutan perundang-undangan (Conditio Sine Qua Non/syarat mutlak sesuai dengan tuntutan perundang-undangan), maka mau tidak mau, siap tidak siap, semua pemerintahan desa yang berada di wilayah kota harus berubah menjadi kelurahan.Menindaklanjuti isi dari pasal tersebut, telah ditetapkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 65 Tahun 1999 tentang Pedoman Umum mengenai Pembentukan Kelurahan. Kepmendagri tersebut merupakan pedoman bagi daerah kabupaten dan kota serta DPRD dalam menetapkan peraturan daerah kabupaten dan kota mengenai pembentukan kelurahan. Pembentukan kelurahan diartikan sebagai pembentukan kelurahan baru sebagai akibat pemecahan, penggabungan dan atau perubahan status desa menjadi kelurahan.

Perubahan status desa menjadi kelurahan sebagaimana ditegaskan dalam Kepmendagri No. 65 Tahun 1999, adalah merupakan kebijakan atau upaya yang ditempuh pemerintah dalam rangka membentuk kelurahan baru dengan tujuan tercapainya efektivitas dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.

Sebagaimana dipahami bahwa esensi pemerintahan adalah pelayanan kepada masyarakat oleh karena itu pemerintah tidak diadakan untuk dirinya sendiri tetapi untuk melayani masyarakat serta menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anggota masyarakat mengembangkan kemampuan dan kreativitasnya demi mencapai tujuan bersama (Rasyid, 1998: 139).

Pemerintah sebagai pelayan masyarakat (public service) sudah seharusnya memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Pelayanan yang berkualitas selain bermanfaat bagi masyarakat juga bermanfaat terhadap citra aparat pemerintah itu sendiri. Dalam info PAN (1990: 35) dikatakan bahwa:

Kualitas pelayanan aparatur pemerintah kepada masyarakat merupakan tingkat efisiensi, efektivitas dan produktivitas dari sistem kemampuan kelembagaan, kepegawaian dan ketatalaksanaan dalam mendorong, menumbuhkan serta memberikan pengayoman terhadap prakarsa dan pemenuhan kebutuhan pelaksanaan hak dan kewajiban masyarakat.

Mengenai kualitas aparatur pemerintahan daerah yang handal dan berbobot, J. Kristiadi sebagaimana dikutip oleh Sarundajang memberikan tolak ukur penilaiannya dengan cara memberikan ciri-ciri di dalam melakukan tugas-tugasnya sebagai aparatur pemerintah, yaitu (dalam Darumurti dan Rauta, 2000: 45):
  1. Tanggung gugat, yaitu berkenaan dengan meningkatnya kesadaran tentang keinginan dari aparatur negara untuk memberikan pertanggungjawaban (accountability), dan kewenangan memegang tanggung gugat. Dalam hal ini aparatur pemerintahan harus bertindak, tetapi dalam cara bertindak disebut harus dapat mempertanggungjawabkan kewenangannya.
  2. Transparan (keterbukaan), yaitu bertalian dengan keinginan menyelenggarakan administrasi negara yang terbuka dan mudah dijabarkan yang berlandaskan susunan konstitusional dan keabsahannya.
  3. Efisien dan efektif, yaitu berhubungan dengan kemampuan yang tinggi untuk mengoptimalkan kemanfaatan segala sumber daya dan dana yang tersedia dalam rangka pelaksanaan tugas pelayanan.
  4. Pertanggungjawaban, yaitu ikut serta menciptakan suatu kondisi masyarakat dimana masyarakat dan aparatur negara yang melaksanakan tugas memberikan dukungan kepada kelembagaan masyarakat tentang hasil-hasil dari tugas sosialnya.
  5. Partisipatif, yaitu jaminan bahwa perorangan, kelompok atau kesatuan masyarakat di dalam masyarakat keseluruhan telah terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam menyatakan keinginan-keinginan dan harapan-harapan mereka terhadap pemerintah.
  6. Keadilan, yaitu berkaitan dengan suatu jaminan bahwa terdapat keadilan dan pendistribusian yang cukup atas sumber-sumber bagi mereka yang berhak menerimanya.
  7. Bersih, dalam arti perilaku seluruh aparatur negara dapat dipertanggungjawabkan, baik dilihat dari segi peraturan perundang-undangan, moral, serta sikap tindak-tanduknya dalam melaksanakan tugasnya.
Adanya perubahan dari desa menjadi kelurahan menuntut adanya penyesuaian perangkat dari perangkat desa menjadi perangkat kelurahan karena dalam kedua sistem pemerintahan itu walaupun setara tetapi komponen-komponen yang ada dalam birokrasinya berbeda. Satu masalah yang dapat muncul dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat adalah kurang mampunya perangkat kelurahan yang baru untuk melayani masyarakat dengan baik. Padahal adanya perubahan status dari desa menjadi kelurahan membawa konsekuensi adanya peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Menurut Widodo (2001: 75), pelayanan yang diharapkan dan menjadi tuntutan pelayanan publik oleh organisasi publik yaitu pemerintah lebih mengarah pada pemberian layanan publik yang lebih professional, efektif, efisien, sederhana, transparan, terbuka, tepat waktu, responsif dan adaptif. (by info harga terbaru)

Pelayanan publik yang profesional artinya pelayanan yang memiliki akuntabilitas dan responsibilitas dari pemberi layanan (aparatur pemerintah). Efektif, lebih mengutamakan pada pencapaian tujuan dan sasaran. Sederhana, mengandung arti prosedur tata cara pelayanan diselenggarakan secara mudah, cepat, tepat, tidak berbelit-belit, mudah dipahami dan mudah dilaksanakan oleh masyarakat yang meminta pelayanan. Kejelasan dan Kepastian (Transparan), mengandung arti adanya kejelasan dan kepastian mengenai prosedur tata cara pelayanan, persyaratan pelayanan baik teknis maupun administratif, unit kerja dan atau pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan, rincian biaya atau tarif pelayanan dan tata cara pembayaran serta jadwal waktu penyelesaian pelayanan. Keterbukaan, mengandung arti semua proses pelayanan wajib diinformasikan secara terbuka agar mudah diketahui dan dipahami masyarakat baik diminta ataupun tidak. Efisiensi, mengandung arti persyaratan pelayanan hanya dibatasi pada hal-hal yang berkaitan langsung dengan pencapaian sasaran pelayanan dengan tetap memperhatikan keterpaduan antara persyaratan dengan produk pelayanan, mencegah adanya pengulangan pemenuhan persyaratan. Ketepatan waktu mengandung arti pelaksanaan pelayanan masyarakat dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. Responsif lebih mengarah pada daya tanggap dan cepat menanggapi apa yang menjadi masalah, kebutuhan dan aspirasi yang dilayani. Adaptif mengandung arti cepat menyesuaikan tuntutan apa yang tumbuh dan berkembang di lingkungan sekitarnya.

Kelurahan Ciakar Tasikmalaya

Warga Ciakar Kaget 6 Sumur Keluarkan Gas

Warga Kampung Ciakar Babakan, Kelurahan Ciakar, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, geger. Sejumlah sumur yang digali melebihi kedalaman enam meter tiba-tiba mengeluarkan gas. Khawatir gas itu beracun, sumur-sumur tersebut untuk sementara tidak digunakan.Berdasarkan hasil pantauan, Kamis (3/7) sore, sumur yang mengeluarkan gas tersebut berjumlah enam buah. Rata-rata sebelumnya digali ulang dan melebihi kedalaman enam meter, karena air sumur mulai mengering akibat musim kemarau saat ini.Keenam sumur itu masing-masing milik Dede (31), Uju (55), Idik (35), Jahid (45), Aseng (48) dan Jejen (30).Sumur paling kuat mengeluarkan gas adalah milik Dede. Sebelum digali kedalamannya hanya sekitar 5,5 meter."Saya dan kakak ipar saya menggali sumur pada hari Selasa kemarin karena air sudah mulai mengering. Tapi baru sekitar satu meter menggali, tiba-tiba dari arah bawah terdengar bunyi merempet. Kemudian disusul dengan semburan gas sambil memuncratkan tanah," kata Dede.Sesaat kemudian Dede merasakan bau belerang dan pernafasannya mulai sesak. Ia buru-buru naik sambil meminta bantuan Asep (21), kakak iparnya, yang berada di atas sumur. Sejak itu Dede tidak lagi berani menggunakan air sumur miliknya.Beberapa jam setelah itu air sumur milik Dede mulai muncul dan menimbulkan bunyi seperti air mendidih akibat dorongan gas. Bunyi bergolak itu terdengar hingga radius 15 meter dari sumur. "Setiap tetangga yang datang ke warung saya, pasti menanyakan bunyi apa itu," kata Ny Uwes (25), istri Dede.Lima sumur milik warga lainnya yang sempat digali juga kondisinya mirip milik Dede. Tapi gemuruh bunyi airnya tidak terlalu keras. Menurut Aseng, penggalian sumur miliknya terpaksa dihentikan setelah ada semburan gas. Kini masih dibiarkan kering dan diduga mengandung racun."Buktinya ketika saya masukkan nyala lilin ke dalam timba dan diulur ke bawah, api langsung mati," katanya. (Firman Suryaman)
post by: Asep Iwan 

Profil Kelurahan Ciakar

LATAR BELAKANG

Peraturan Daerah Kota Tasikmalaya Nomor 4 Tahun 2005 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Kelurahan dalam Lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya mengisyaratkan bahwa Pemerintah Kelurahan bertanggung jawab terhadap Urusan Pemerintah yang di limpahkan dari Pemerintah Daerah artinya bahwa Pemerintah Kelurahan mempunyai tugas pokok dan fungsi strategis, selain sebagai pelaksana kegiatan Pemerintahan juga sebagai pelayan masyarakat dalam upaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam berbagai segi kehidupan.

2.         DASAR HUKUM
1. Undang-undang    No 10 tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Tasikmalaya
2. Undang-undang    No 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
3. Undang-undang    No 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
4. Undang-undang   No 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
5. Undang-undang No 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah.
6. Peraturan Pemerintah No 105 tentang Pengelolaan dan Pertanggung Jawaban Keuangan Daerah.
7. Peraturan Daerah No 2 tahun 2003 tentang Rencana Strategis Kota Tasikmalaya 2002-2007

3.         PROFIL KELURAHAN

Keadaan Umum Kelurahan Ciakar
Sekelumit  tentang Keadaan  Kelurahan  Ciakar, Kelurahan Ciakar adalah bermula dari Desa buatan yang didirikan pada tahun  1980, hasil dari pemekaran yaitu dari Desa Karangsambung  kemudian berkembang menjadi Desa Ciherang dan Desa Ciakar. dan sesuai dengan perkembangan wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang berkembang menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Tasikmalaya dan Wilayah Kotamadya Tasikmalaya maka Desa Ciakar pada tanggal 17 Oktober 2004 secara resmi berubah Statusnya menjadi Kelurahan Ciakar.

Kelurahan Ciakar merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Cibeureum dengan Pemerintahan lainnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
 JARAK ANTARA KANTOR KELURAHAN CIAKAR DENGAN PUSAT PEMERINTAHAN LAINNYA
1. Ibu Kota Kecamatan   :    2 Km      Waktu Tempuh     :    0,3  Jam
2. Ibu Kota Madya          :    9 Km      Waktu Tempuh     :    0,5  Jam
3. Ibu Kota Propinsi        : 134 Km     Waktu Tempuh     :       4 jam

Wilayah kelurahan  Ciakar berada di atas ketinggian 340 km dari permukaan laut dengan batas-batas sebagai berikut :
Sebelah Barat                            Kelurahan Ciherang
Sebelah Selatan                         Desa Gunajaya
Sebelah Utara                            Kelurahan Margabakti
Sebelah Timur                            Desa Margahayu

Luas wilayah Kelurahan Ciakar : 240,075 Ha, terdiri dari :
1.         Tanah Dataran Pemukiman    :               128,345 Ha
2.         Tanah Sawah                          :               119,730 Ha
Berdasarkan jumlah penduduk kelurahan Ciakar berdasarkan hasil sensus penduduk Tahun 2010 adalah 5.094 jiwa, terdiri dari laki-laki 2.406, perempuan 2.385 dengan jumlah kepala keluarga = 1.520 KK.

Data mata Pencaharian Penduduk Kelurahan Ciakar sebahagian besar bermata pencaharian dari bercocok tanam dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel berikut :
 KEADAAN PENDUDUK MENURUT MATA PENCAHARIAN
            1.       Petani Pemilik                                             408 orang
2.       Buruh Tani                                                  102 orang
3.       Petani Penggarap                                       170 orang
4.       Pedagang                                                       7 orang
5.       Penjahit                                                        56 orang
6.       Pengrajin                                                  6100 orang
7.       PNS/TNI POLRI                                             45 orang
8.       Pensiunan                                                    13 orang

Jenis fasilitas sosial ekonomi yang dapat memberikan dukungan pada kegiatan dan kehidupan masyarakat di kelurahan Ciakar Kecamatan Cibeureum terdiri dari fasilitas pendidikan, peribadatan, kesehatan, perdagangan, olah raga dan hiburan, sarana prasarana transportasi.
Bersama fasilitas dan utilitas yang ada di kelurahan Ciakar ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

SARANA PENDIDIKAN DI KELURAHAN CIAKAR

1.       TK                   :             
2.       SD/MI             :               3
3.       SLTP               :             
4.       SLTA               :             
      
Banyaknya sarana kesehatan yang ada di kelurahan Ciakar dapat dilihat dalam tabel berikut :

SARANA KESEHATAN DI KELURAHAN CIAKAR
1.       Mantri                                        1   orang
2.       Bidan                                         1   orang
3.       Dukun Bayi                                 4   orang
4.       Kader Posyandu                        30 orang

Untuk menunjang keberhasilan dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan kantor, akan tetapi diperlukan faktor penunjang lainnya, seperti sarana dan prasarana yang dapat membantu kelancaran dalam menyelesaikan tugas dan pekerjaan kantor.
Disadur ulang oleh Asep Iwan Tasik dihimpun dari berbagai sumber

Pusat Salak Pondoh Tasikmalaya di Ciakar

Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, segera menjadikan kebun salak Pondoh Tasik (Pontas) di Kelurahan Ciakar, Kecamatan Cibeureum, sebagai daerah tujuan agrowisata guna mendorong perekonomian masyarakat setempat.

"Pemkot akan menjadikan kebun salak pontas yang terletak di Kelurahan Ciakar, Kecamatan Cibeureum sebagai daerah tujuan agrowisata," kata

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, saat peresmian gapura jalan menuju kebun salak pontas, Kamis mengatakan, upaya mewujudkan daerah agrowisata itu dengan mendorong pembangunan sarana dan prasana agar mampu mengundang minat kunjungan wisatawan.

Sarana yang segera dibangun, kata Budi, terutama pengaspalan jalan sepanjang dua kilometer menuju lokasi kebun salak pontas dan areal seputarnya dengan dana APBD 2013 sebesar Rp500 juta.

Upaya lain yang akan dilakukan Pemkot Tasikmalaya yakni menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membantu petani salak pontas melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR)-nya.

Pemkot Tasikmalaya juga akan menetapkan buah salak pontas untuk hanya ditanam di Kelurahan Ciakar. "Salak pontas hanya ditanam di Kelurahan Ciakar, sebagai upaya agar tiap daerah itu mempunyai ciri khas masing-masing," katanya.
Disadur ulang oleh Asep Iwan Tasik dihimpun dari berbagai sumber

Sentra Salak Pontas Pondoh Tasikmalaya sebagai Agrowisata

Sentra Salak Tasikmalaya di Kelurahan Ciakar Kecamatan Cibeureum direncanakan dijadikan kawasan wisata pertanian atau agrowisata dalam waktu dekat oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya. Sistem agrowisata tersebut akan menerapkan wisata kebun yang dilakukan oleh kawasan kebun buah di wilayah lain yang membebaskan para pengunjungnya untuk memetik salak sari pohonnya langsung.
Saat ini, yang akan dijadikan tujuan agrowisata yaitu perkebunan salak pontas atau salah hasil perkawinan salak Pondoh dan Tasikmalaya. Di Kelurahan Ciakar terdapat seluas 75 hektare areal kebun salak. Sebanyak 43 hektare areal pohon salak pontas siap dijajaki para wisatawan lokal dan internasional.

Walikota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, pemerintah akan terus mendorong hal itu dengan pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung terutama akses jalan menuju lokasi kebun salak Pontas. Tahun ini 2013 Pemkot mengangarkan Rp 500 juta untuk menghotmix jalan utama di Kelurahan Ciakar sepanjang 2 Kamis. Selain itu berusaha untuk mengaspal jalan lingkungan usaha tani yang mengelilingi kebun salak Pontas sepanjang 4 km.

"Kami akan mengkoordinasikan dengan Dinas Ciptakarya dengan mengalihkan biaya pemeliharaan jalan ke pengaspalan jalan usaha tani yang mengelilingi kebun salak Pontas tersebut,"katanya pada saat peresmian gapura sentra salak Tasikmalaya, di Kp Margamulya, Kelurahan Ciakar, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Kamis (17/1).

Selain itu, kata dia dengan menggandeng BUMN melalui program tanggung jawab sosial perusahaanagar membantu para petani salak Pontas. Pemkot pun akan memprioritaskan agar salak Pontas hanya ditanam di Kelurahan Ciakar saja. Ini sebagai upaya agar tiap daerah itu mempunyai ciri khas masing-masing.

"Saya meminta komitmen para petani salak Pontas untuk menetapkan patokan harga salak Pontas demi menjaga fluktuasi harga.

Dan dalam hal pemasaran pun selain keluar daerah, salak pontas harus promosikan di pasar-pasar lokal. Masa orang luar banyak yang mengetahui salak pontas sedangkan orang Tasikmalaya sendiri belum mengetahuinya," kata dia.

demikian berita ini disampaikan oleh asep iwan ciakar yang diambil dari berita pikiran rakyat

Visi dan Misi Kelurahan Ciakar

Dalam hal pencapaian suatu tujuan di perlukan suatu perencanaan dan tindakan nyata untuk dapat mewujudkannya, secara umum bisa di katakan bahwa Visi dan Misi adalah suatu konsep perencanaan yang di sertai dengan tindakan sesuai dengan apa yang di rencanakan untuk mencapai suatu tujuan.
Untuk Kelurahan Ciakar Tasikmalaya, visi dan misinya adalah sebagai berikut:
Visi
“KANTOR KELURAHAN CIAKAR TERDEPAN DALAM PELAYANAN YANG BERBASIS KEWILAYAHAN“.

Misi
1. Meningkatkan Kinerja Kantor Kelurahan Ciakar yang Berorientasi pada Kualitas  Pelayanan.
2. Mewujudkan Masyarakat yang Tertib, Rukun, Adil dan Sejahtera.

Disadur ulang oleh Asep Iwan Tasik 

Sejarah Kelurahan Ciakar Tasikmalaya

Penulis memang tidak tahu persis bagaimana awal mula munculnya daerah ciakar ini, karena tidak ada legenda rakyat ataupun kisah tokoh khusus yang beredar di masyarakat. Tetapi walau bagaimana, penulis sebagai salah satu penduduk yang terlahir di kampung indah, bersih serta nyaman ini, tetap bangga dan kagum terhadap kelurahan ciakar sebab memiliki kekentalan budaya masyarakat sunda yang masih melekat sampai saat ini. 

Sejarah kelurahan Ciakar kecamatan Cibeureum yang berada di wilayah kota Tasikmalaya sampai saat ini masih menjadi misteri. Istilah misteri ini bukan berarti horor, tetapi belum ada yang mendeskripsikan dan menguraikannya secara jelas. 

Jauh sebelum ada penamaan Ciakar, pada masa kepenjajahan Belanda dan Jepang menurut sumber sepihak kakek penulis, dahulunya berada di bawah pemerintahan Kabupatian, wilayah ciakar ini masih hutan belantara dan pesawahan yang asri, namun seiring politik kemerdekaan waktu itu, para tokoh yang terlahir di daerah ciakar yang sekarang, umumnya para kiyai dan pemuka agama. 

Pusat pemerintahan menurut berbagai pihak memang dari dulu sampai sekarang berpusat di kantor yang sekarang yaitu di Kampung Sukasirna, yang posisinya tepat di tengah wilayah pemerintahan kelurahan ini.

Sebelum muncul istilah kelurahan, ketika Tasikmalaya masih dalam Kota Administratif, ciakar berada dalam posisi : Desa Ciakar, dan itu bermula dari Desa buatan yang didirikan pada tahun 1980, hasil dari pemekaran yaitu dari Desa Karangsambung kemudian berkembang menjadi Desa Ciherang dan Desa Ciakar. dan sesuai dengan perkembangan wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang berkembang menjadi dua bagian yaitu Kabupaten Tasikmalaya dan Wilayah Kotamadya Tasikmalaya maka Desa Ciakar pada tanggal 17 Oktober 2004 secara resmi berubah Statusnya menjadi Kelurahan.

Demikian selayang pandang kelurahan Ciakar yang sampai sekarang masih alami belum terkontaminasi pabrik dan polusi, tetapi sayang inspra struktur jalannya masih rusak parah, padahal ini termasuk wilayah kota di pemkot Tasikmalaya.

Disadur ulang oleh Asep Iwan Tasik dihimpun dari berbagai sumber dan wikipedia. 
Info perusahaan di kelurahan ciakar banyak yang bergerak di bidang konveksi, terkait dengan ini maka kami informasikan bursa dagang harga pasaran mesin juki 2014 di tahun ini